PSEL Denpasar Raya Dorong Energi dari Sampah

Sedang Trending 3 hari yang lalu

BANGBARA.COM - Pemerintah secara resmi mengawali pembangunan akomodasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di area Denpasar Raya, Bali melalui aktivitas groundbreaking nan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Pembangunan ini menjadi bagian dari langkah percepatan pengembangan teknologi Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia nan bermaksud mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan sumber daya alternatif. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 serta pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan akomodasi pengolahan sampah melalui penyederhanaan aturan, percepatan proses perizinan, dan penguatan kerja sama antarinstansi. Secara nasional, keberadaan akomodasi PSEL diproyeksikan dapat membantu menangani sekitar 22 persen persoalan sampah di Indonesia.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa selama ini sebagian besar sampah tetap berhujung di tempat pemrosesan akhir (TPA), sehingga menimbulkan beragam tantangan lingkungan. Melalui penerapan teknologi PSEL, sampah nan sebelumnya menjadi beban dapat diolah menjadi daya nan mempunyai nilai faedah bagi masyarakat. Fasilitas PSEL Denpasar Raya dirancang dengan keahlian mengolah sekitar 1.400 ton sampah setiap hari. Proses pembangunan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 18 bulan dan ditargetkan mulai beraksi pada akhir 2027. Selain menjadi solusi pengelolaan sampah jangka panjang bagi wilayah Denpasar dan sekitarnya, proyek ini juga diharapkan menjadi contoh pengembangan sistem waste-to-energy nan dapat diterapkan di beragam wilayah Indonesia.

Dalam mendukung kesiapan proyek tersebut, PT SUCOFINDO (Persero) berkedudukan melalui penyelenggaraan aktivitas Waste Analysis & Characterization (WAC) serta Land Investigation. Kajian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran teknis mengenai jumlah, jenis, dan karakter sampah nan bakal digunakan sebagai bahan baku utama dalam operasional akomodasi PSEL. Pada Program PSEL Batch 1, PT Danantara Investment Management (DIM) bekerja sama dengan SUCOFINDO untuk melakukan kajian sampah di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Bali. Kajian di Bali dilakukan dengan mengambil letak TPA Suwung nan menjadi tempat pembuangan sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Proses kajian mencakup pengukuran volume sampah harian, pemeriksaan komposisi material, serta pengetesan parameter krusial seperti nilai kalor, kadar air, dan kadar abu menggunakan metode nan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa perusahaan kembali dipercaya menjalankan aktivitas Waste Analysis & Characterization dalam Program PSEL Batch 2. Menurutnya, info teknis nan jeli menjadi komponen krusial dalam memastikan keberhasilan pembangunan akomodasi pengolahan sampah menjadi energi. SUCOFINDO berkomitmen menghadirkan jasa berbasis teknologi, pengetahuan pengetahuan, dan info untuk mendukung beragam proyek strategis nasional. Keterlibatan perusahaan dalam pembangunan PSEL Denpasar Raya juga mencerminkan support terhadap agenda pemerintah dalam bagian pengelolaan lingkungan, transisi energi, serta pembangunan prasarana berkelanjutan. Melalui jasa testing, inspection, certification, consultancy, dan pelatihan, SUCOFINDO terus berkontribusi dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah nan lebih modern, terintegrasi, dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Sumber: VRITIMES

Add as a preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Kholilulloh

Tags

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara