BANGBARA.COM - Duluin, startup asal Indonesia nan bergerak di bagian Earned Wage Access (EWA), sukses meraih penghargaan Startup of the Year dalam arena Startup Innovation Weekend 2026 Grand Award nan berjalan di Phnom Penh, Kamboja, pada 24–26 April 2026. Prestasi ini diraih setelah Duluin sukses mengungguli sekitar 30 startup inovatif dari lebih dari 10 negara di area Asia. Ajang tersebut menjadi salah satu pertemuan krusial bagi ekosistem startup regional lantaran mempertemukan beragam perusahaan rintisan terbaik dalam sesi presentasi bisnis, mentoring, networking, hingga pertemuan dengan penanammodal internasional. Penghargaan nan diberikan oleh International Creativity & Innovation Award (ICIA) ini menjadi pengakuan besar atas penemuan dan kontribusi Duluin dalam menghadirkan solusi finansial bagi pekerja Indonesia, khususnya pekerja kerah biru nan tetap kesulitan mengakses jasa finansial formal.
Dalam kejuaraan tersebut, Duluin tampil menonjol melalui sesi Pitch Gauntlet nan dihadiri investor, mentor, dan pelaku industri startup dari beragam negara ASEAN. CEO Duluin, Isa Nuruddin Ahmad, menjelaskan bahwa platform nan mereka kembangkan tidak hanya membantu tenaga kerja memperoleh akses penghasilan lebih fleksibel, tetapi juga memberikan solusi bagi perusahaan nan sering mengalami keterbatasan likuiditas dalam menyediakan kasbon alias support finansial kepada pekerja. Menurutnya, banyak pekerja kerah biru nan akhirnya terjebak dalam pinjaman informal berbunga tinggi lantaran keterbatasan akses ke jasa finansial nan aman. Melalui jasa Duluin, para pekerja dapat memperoleh sebagian penghasilan nan sudah mereka hasilkan tanpa kudu menunggu tanggal pembayaran bulanan. Solusi tersebut dinilai bisa membantu mengurangi tekanan finansial sekaligus meningkatkan konsentrasi dan produktivitas pekerja di lingkungan kerja.
Penghargaan Startup of the Year diberikan kepada Duluin dalam aktivitas puncak Gala Award Ceremony nan digelar di Paragon International School, Phnom Penh. Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan penemuan teknologi karya anak bangsa, tetapi juga membuka kesempatan besar bagi ekspansi upaya Duluin di tingkat regional. Setelah memenangkan penghargaan tersebut, Duluin memperoleh undangan langsung untuk menghadiri TechFest Vietnam 2026. Kesempatan ini dinilai strategis lantaran dapat memperluas jaringan upaya perusahaan sekaligus meningkatkan eksposur kepada penanammodal dunia dan mitra potensial di Asia Tenggara. Langkah ekspansi ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadi bagian dari ekosistem teknologi internasional nan bisa memberikan akibat nyata bagi kesejahteraan pekerja di beragam negara.
Saat ini Duluin dikenal sebagai platform kesejahteraan tenaga kerja nan menghadirkan beragam solusi finansial dan pengelolaan sumber daya manusia bagi perusahaan. Selain jasa Duluin Gajian nan memungkinkan akses penghasilan lebih sigap melalui sistem Earned Wage Access, perusahaan juga mempunyai produk Workin by Duluin, ialah sistem HRIS nan mendukung pengelolaan absensi, pengaturan shift kerja, reimbursement, cuti, hingga fitur checkpoint untuk industri pekerja lapangan. Teknologi tersebut dilengkapi sistem GPS dan pengenalan wajah guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Keberhasilan Duluin di arena internasional membuktikan bahwa startup Indonesia mempunyai keahlian bersaing di tingkat global, terutama ketika bisa menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan nan dihadapi masyarakat. Dengan penemuan nan terus berkembang, Duluin optimistis dapat memperluas akibat positifnya bagi pekerja dan perusahaan di area Asia Tenggara.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·