KBB,BANGBARA.com - Anggota DPR RI Komisi IV, Dadang M. Naser, melakukan kunjungan kerja tematik ke Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (05/05/2026), dengan konsentrasi pada pertimbangan dan penguatan program budidaya ikan sistem bioflok.
Kunjungan ini menitikberatkan pada akibat langsung program terhadap kesejahteraan pembudidaya ikan, sekaligus mengidentifikasi beragam hambatan teknis nan tetap dihadapi di lapangan.
Dalam perbincangan berbareng para petani ikan, Dadang menemukan bahwa sistem bioflok telah memberikan faedah nyata, terutama dalam menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas hasil panen.
Teknologi bioflok ini terbukti efektif dan ramah lingkungan. Kita mau program seperti ini terus didorong agar berkepanjangan dan betul-betul mendukung ketahanan pangan,” ujar Dadang saat ditemui di lokasi, Selasa, 5 Mei 2026.
Program bioflok di Desa Mekar Mukti sendiri merupakan bagian dari support aspirasi masyarakat melalui program reses DPR RI di wilayah pemilihan Jawa Barat II, nan mencakup penyediaan bibit, pakan, hingga pembangunan akomodasi kolam.
Namun demikian, Dadang menegaskan tetap ada sejumlah perihal nan perlu dibenahi, khususnya mengenai kualitas bibit serta manajemen pemasaran hasil panen.
“Kita memandang progresnya cukup baik, tetapi ada beberapa catatan penting, terutama soal bibit dan sistem penjualan. Ini kudu diperkuat agar upaya mereka berkepanjangan dan menguntungkan,” jelasnya.
Di sisi lain, penemuan lokal juga mulai berkembang. Para pembudidaya telah memanfaatkan bahan pengganti seperti maggot dan daun-daunan untuk pakan buatan, nan dinilai lebih irit biaya.
Meski keahlian teknis masyarakat dinilai sudah cukup baik, peningkatan training dan pendampingan tetap dibutuhkan agar pengelolaan upaya semakin optimal.
Perwakilan pembudidaya ikan, Beni Slamet, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut nan dinilai sebagai corak perhatian sekaligus pertimbangan terhadap program nan berjalan.
“Terima kasih atas kunjungan Pak Dadang Naser. Ini jadi pertimbangan bagi kami untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat kekompakan ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 24 kolam bioflok nan dikelola, dengan tujuh kolam di antaranya sudah memasuki tahap panen parsial.
Meski memberikan hasil positif, para pembudidaya berambisi adanya support lanjutan, terutama dalam corak training teknis, akses permodalan, serta support sarana dan prasarana.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegunaan pengawasan Komisi IV DPR RI dalam memastikan program sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan melangkah efektif serta tepat sasaran.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·