Program ini memfokuskan pemutaran film-film pendek animasi buatan filmmaker lokal. Ini menjadi penanda jika Indonesia juga punya movie animasi nan berkualitas, Guys. Kerennya lagi, nggak hanya dibuat oleh perusahaan animasi, melainkan juga karya movie animasi dari perseorangan, komunitas, namalain mahasiswa.
Premis filmnya juga menarik banget buat diikuti, seperti di movie berjudul Storyboard Suli karya Anggun Priambodo. Film ini menceritakan kemauan Suli untuk mengetahui nasib bangunan-bangunan tua di kotanya. Usai meminum kopi nan ada bola matanya, Suli semakin percaya bisa mengungkap rahasianya. Whaaat?! Ada pula movie animasi lain berjudul Keluarga Satu Setengah, Tak Lelo Ledung, dan Lullaby nan nggak kalah menarik buat ditonton.
Baca juga: Pencinta Film Kelas B Merapaaat, Tonton Berbagai Filmnya di Bioskop Rakyat!
Diperankan Banyak Aktor Ternama
Selain adegan-adegan action nan dibuat dengan niat banget, pemain utama 13 Bom di Jakarta juga diperankan oleh beragam tokoh terkemuka dengan kualitas akting nan nggak kaleng-kaleng. Mulai dari Rio Dewanto, Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono. Putri Ayudya, Ganindra Bimo, Niken Anjani, sampai Rukman Rosadi.
Bukan hanya pemeran utama, pemain pendukungnya juga mencuri perhatian banget. Yup, siapa lagi jika bukan Lutesha dan Muhammad Khan. Lutesha nan berdomisili sebagai Agnes, tunangan William, selalu sukses memainkan tiap adegannya dengan memukau, terutama di segmen kebut-kebutan nan bikin luar biasa tegang! Karakter Waluyo dari golongan teroris nan hidupnya hancur akibat sistem nan nggak setara sama rakyat mini juga sukses diperankan dengan cemerlang oleh Muhammad Khan.
Baca juga: 13 Bom di Jakarta, Harga Mahal dari Sebuah Ketidakadilan
Kenalan sama Film Format Vertikal
Semenjak pandemi movie dengan format vertikal mulai berkembang, lantaran banyaknya orang nan menghabiskan waktu di rumah dengan smartphone-nya. Apakah Anda salah satunya? Kalau iya, film-film dengan format Vertikal ini wajib Anda tonton di Bioskop Rakyat. Film dengan format baru ini datang lantaran menyesuaikan kebiasaan kita ketika memandang layar smartphone dan mencoba memberikan pengalaman sinema melalui format tersebut. Kerennya lagi, ceritanya pun menyesuaikan format vertikal, Guys.
Program ini mencoba menampilkan movie vertikal ke layar nan lebih besar sebagai percobaan apakah pengalaman sinema dan cerita vertikal tetap bisa membekas ketika ditayangkan dengan layar nan cukup lebar. Film-film nan dihadirkan tentunya juga dari beragam macam genre, dari drama sampai horor. Film Momok, Another Girl of Mine, The Story of Murder, dan Risau (Do Not Ask) siap memukau Anda dan memberikan pengalaman menonton nan baru.
Film Kelas B Makin Berkembang
Belakangan ini, movie kelas B makin pesat perkembangannya di skena movie pendek Indonesia, Guys. Dengan segala keterbatasannya, movie B malah memberikan intermezo dan pengalaman menonton nan berkesan banget. Bioskop Rakyat Juli menghadirkan program Rise of B-Movie nan dibuat untuk menayangkan beberapa film-film kelas B terbaik di Indonesia. Tujuannya agar tercipta obrolan dengan filmmaker-nya tentang argumen mereka memilih jalur movie kelas B. Apakah lantaran keterbatasan biaya namalain memang lantaran itulah rasa nan mereka sukai di bumi sinema? Harapannya, program ini dapat memberikan pengalaman baru kepada para penonton tentang sungguh kayanya jenis-jenis movie di Indonesia.
Film kelas B nan tayang di Bioskop Rakyat bulan Juli adalah Bootlegging My Way Into Hell karya Ry Woyzeck dan diproduksi oleh Kolong Sinema nan sering memproduksi film-film kelas B. Ada juga movie kelas B lainnya seperti Jaka Byasa, Sabung Raptor, dan Pendekar Cyborg.
Film Pendek nan Terinspirasi Musik
Kalau Anda suka musik, program ini wajib Anda tonton. Program ini menampilkan film-film pendek nan terinspirasi dari musik. Bentuknya bisa dari penyesuaian lagu ke film, movie dengan aliran musikal, namalain dokumenter nan membahas tentang perkembangan musik di Indonesia. Program ini diharapkan bisa membikin para fans musik ngeliat gimana sih jadinya ketika musik diadaptasi ke medium audio visual?
Beberapa filmnya antara lain; Punkgali, Gap Generation? This is Stigma!, Head In The Clouds, dan Satu Masa Indah. Serunya lagi, dari program Film Musik ini bakal ada sesi Q&A dengan para filmmaker pada Sabtu, 11 Mei 2024 jam 15.00-17.00 WIB. Pssst, bakal ada kerjasama dengan Abdul & The Coffee Theory untuk menggelar konser di Bioskop Rakyat sekaligus screening movie Satu Masa Indah. Gaaas ke Bioskop Rakyat nggak siiih?!
Cara Mudah Nonton Bioskop Rakyat
Untuk membeli tiket Bioskop Rakyat, caranya mudah banget. Langsung aja kunjungi website bioskoponline.com. Terus, klik ‘AKUN’ untuk masuk namalain ‘REGISTRASI’ jika Anda belum mempunyai akun. Pilih movie di Bioskop Rakyat, beli tiket, dan gunakan e-ticket nan bakal dikirimkan melalui email untuk registrasi dan masuk ke venue Bioskop Rakyat di Hallway Space, Bandung. Harga tiketnya terjangkau banget, Rp15.000 ajaaa!
Ramaikan Bioskop Rakyat dan nikmati film-film lokal pilihan sembari mendukung industri movie lokal. Yuk bareng-bareng kita rayakan keragaman sinema Indonesia lewat Bioskop Rakyat! Follow IG @bioskoponlineid buat dapetin pembaruan terbaru tentang Bioskop Online dan Bioskop Rakyat!
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·