Sepasang ban di motor adalah satu-satunya komponen nan bergesekan langsung dengan jalan. Wajar saja ban di motor menjadi sangat krusial untuk diperhatikan kondisinya. Bila tidak, perihal nan jelek mungkin saja terjadi. Selain itu, memberikan perhatian pada ban bisa memperpanjang usia pakai dan berujung pada minimnya biaya nan kudu dikeluarkan. Kami bakal membagikan sedikit tips merawat ban motor agar lebih awet.
Cek Tekanan Angin Secara Rutin
Tekanan angin adalah aspek terpenting dalam keawetan ban. Tekanan nan sesuai memastikan kontak tapak ban dengan jalan merata. Saat tekanan kurang, menyebabkan ban sigap panas, keausan tidak merata di sisi tepi ban, dan meningkatkan akibat pecah ban. Bila tekanan berlebih, menyebabkan ban keras, keausan terpusat di bagian tengah tapak ban, mengurangi daya cengkeram, dan membikin motor kurang stabil.
Periksa minimal seminggu sekali alias sebelum melakukan perjalanan jauh. Selalu ukur tekanan saat ban dingin. Ikuti rekomendasi pabrikan motor Anda, nan biasanya tertera pada stiker di area motor seperti swing arm, dekat rantai alias di bawah jok. Atau bisa juadilihat di kitab manual.
Hindari Muatan Berlebihan (Overload)
Setiap motor mempunyai pemisah beban maksimum. Membawa beban melampaui pemisah bakal memberikan tekanan berlebih pada ban. Saat motor kerap membawa beban berat, bakal mempercepat keausan dan membikin ban sigap “botak”. Meningkatkan akibat panas berlebih nan bisa menyebabkan ban rusak alias pecah. Membuat motor oleng dan susah dikendalikan. Pastikan Anda memahami dan tidak melampaui pemisah beban maksimum motor nan ditetapkan.
Bersihkan Ban Secara Berkala
Membersihkan ban bukan hanya soal estetika dan kebersihan, tetapi juga perawatan. Kotoran, kerikil, paku alias barang asing nan menempel, terutama nan terselip di alur ban, dapat merusak kompon karet alias apalagi menyebabkan kebocoran. Gunakan air bersih dan sabun lembut. Hindari penggunaan cairan kimia keras seperti cairan pengilap ban dengan kandungan silikon tinggi alias deterjen keras, lantaran dapat merusak kompon ban dalam jangka panjang dan membuatnya getas.
Waspada Kondisi Jalan dan Gaya Berkendara
Cara berkendara rider sangat berpengaruh pada usia pakai ban. Sebisa mungkin hindari alias kurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang, bebatuan alias permukaan nan sangat kasar untuk meminimalkan tumbukan keras pada ban dan pelek. Hindari pengereman mendadak alias percepatan garang nan dapat menyebabkan ban selip, keausan tidak merata dan sigap menipis.
Cek Fisik Ban
Dengan perawatan berkala, dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini. Cek seluruh permukaan ban untuk menemukan retakan lembut alias getas, benjolan tidak normal alias barang asing nan menancap. Perhatikan parameter keausan ban alias TWI (Tread Wear Indicator), ialah tonjolan mini di antara alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah sejajar dengan TWI, ini pertanda wajib tukar ban.
Baca Juga : Penyebab Tekanan Angin Ban Motor Cepat Berkurang
Perhatikan Usia dan Kualitas Ban
Ban mempunyai pemisah usia pakai, terlepas dari seberapa sering digunakan. Kompon karet bakal menurun kualitasnya seiring waktu, biasanya setelah 4-5 tahun sejak tanggal produksi nan tertera pada kode DOT di tembok ban. Meskipun tapaknya tetap tebal, ban nan getas lebih rentan pecah. Selalu gunakan ban dengan ukuran dan jenis nan sesuai dengan standar motor Anda. Penggunaan ban nan tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan dan keamanan.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·