BANGBARA.COM - Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya menghasilkan beragam kesepakatan strategis di sektor pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan, tetapi juga melahirkan inisiatif krusial dalam bagian kebudayaan. Dalam pertemuan bilateral berbareng Presiden Prabowo Subianto, kedua negara mengumumkan program Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan nan berjalan selama 15 bulan, mulai Juli 2026 hingga September 2027. Program ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui beragam agenda seperti pagelaran budaya, pameran seni, pemutaran film, aktivitas sastra, pertukaran akademik, serta program pendidikan.
Penetapan Tahun Tagore–Dewantara sekaligus memperingati 100 tahun perjalanan Rabindranath Tagore ke Indonesia pada 1927. Saat itu, Tagore nan dikenal sebagai penyair, filsuf, pendidik, dan peraih Nobel pertama dari Asia mengunjungi Jawa dan Bali untuk mempelajari perkembangan budaya serta pendidikan masyarakat Nusantara. Hubungan pemikiran antara Tagore dan Ki Hadjar Dewantara menjadi dasar pemilihan nama program tersebut lantaran keduanya mempunyai pandangan serupa mengenai pendidikan nan membebaskan, membangun karakter, serta mendorong produktivitas dan kemandirian generasi muda. Tagore melalui Shantiniketan dan Ki Hadjar Dewantara melalui Taman Siswa sama-sama memperjuangkan sistem pendidikan nan menempatkan kebebasan berpikir dan pembentukan nilai sebagai fondasi utama.
Dalam pernyataan bersama, PM Narendra Modi menyampaikan bahwa hubungan pendidikan antara kedua tokoh tersebut menjadi bagian krusial dari sejarah kedekatan India dan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto juga menyambut positif inisiatif tersebut sebagai corak penghormatan terhadap warisan intelektual dan hubungan peradaban kedua negara nan telah berjalan selama berabad-abad. Rangkaian program diawali dengan pameran foto perjalanan Tagore di Indonesia serta peluncuran kitab Rabindranath Tagore's Indonesian Odyssey: A Cultural Pilgrimage. Selanjutnya, beragam aktivitas bakal digelar, mulai dari Indonesia Fashion Week nan menghadirkan kerjasama desainer India dan Indonesia, Tagore Film Festival, kuis pendidikan, pengenalan bahasa Sanskerta di sejumlah perguruan tinggi, hingga forum akademik mengenai pengaruh pemikiran Tagore di Asia Tenggara.
Selain berjalan di Indonesia, rangkaian Tahun Tagore–Dewantara juga bakal digelar di India melalui beragam program kebudayaan dan pendidikan. Kegiatan tersebut mencakup pameran tekstil “Sarong to Saree”, kerja sama antara Nalanda University dan Universitas Jambi, pertukaran warisan sejarah, hingga rencana publikasi perangko peringatan berbareng antara Pos Indonesia dan India Post. Seluruh rangkaian program ini bakal ditutup melalui konvensi internasional di Bali pada 2027 nan mempertemukan akademisi dan cerdas pandai dari beragam negara. Melalui inisiatif tersebut, India dan Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membangun jembatan budaya dan pendidikan nan diharapkan bisa mempererat hubungan kedua bangsa bagi generasi mendatang.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·