Kesehatan, BANGBARA.COM - Mungkin Anda pernah mendengar istilah dada burung alias Pectus Carinatum, ialah kelainan tulang dada nan menonjol keluar.
Namun, ada juga kondisi sebaliknya nan disebut Pectus Excavatum alias lebih dikenal dengan istilah dada cekung.
Pectus Excavatum merupakan kelainan bawaan di mana tulang dada dan tulang rusuk tumbuh masuk ke dalam, sehingga dada terlihat seperti membentuk corong.
Walaupun tidak terlalu sering ditemui, kondisi ini bisa berakibat serius, terutama jika menekan jantung dan paru-paru.
Kelainan ini biasanya sudah bisa dikenali sejak bayi lahir, meskipun pada sebagian orang baru terlihat jelas saat memasuki masa anak-anak alias remaja.
Menariknya, kasus Pectus Excavatum lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan.
Baca Juga: Peluang Usaha Modal Kecil: 5 Ide Bisnis Sederhana untuk Pemula nan Menguntungkan
Apa Itu Pectus Excavatum?
Secara medis, Pectus Excavatum adalah kelainan kongenital nan memengaruhi corak tulang rawan nan menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Akibat pertumbuhan nan tidak normal, tulang dada terdorong ke dalam.
Tingkat keparahan kelainan ini bervariasi:
-
Ringan: hanya memengaruhi estetika penampilan tanpa gangguan kesehatan.
-
Sedang: mulai terasa mengganggu aktivitas fisik.
-
Berat: dapat menekan organ vital seperti paru-paru dan jantung, menyebabkan gangguan pernapasan hingga gangguan sirkulasi darah.
Penyebab Pectus Excavatum
Hingga kini, penyebab pasti Pectus Excavatum belum diketahui. Namun, beberapa penelitian menyebut bahwa aspek genetik mempunyai pengaruh besar. Kondisi ini kerap ditemukan pada family dengan riwayat kelainan serupa.
Beberapa aspek akibat nan diketahui antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: M Syachruddien
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·