Mau Turun Bahan Bakar RON Tinggi ke RON Rendah? Ini Dampaknya ke Mesin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Di tengah perubahan nilai bahan bakar, sebagian pemilik kendaraan mungkin mempertimbangkan untuk beranjak dari bahan bakar beroktan tinggi ke bahan bakar beroktan lebih rendah untuk menghemat pengeluaran. Namun, sebelum Anda mengambil keputusan tersebut, krusial untuk memahami gimana penurunan RON ini mempengaruhi kesehatan dan performa mesin kendaraan Anda dalam jangka panjang.

Angka Oktan alias Research Octane Number (RON), menunjukkan keahlian bahan bakar untuk menahan tekanan sebelum terbakar secara spontan. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula nomor RON nan dibutuhkan. Menggunakan bahan bakar nan tidak sesuai dengan spesifikasi rasio kompresi mesin dapat memicu beragam masalah teknis. Jika mesin kendaraan Anda dirancang untuk minum bahan bakar oktan tinggi misalnya rasio kompresi 10:1 ke atas, lampau dipaksa menggunakan oktan rendah, berikut adalah akibat nan bakal terjadi:

Pertama adalah terjadinya knocking alias ngelitik. Ini adalah akibat paling instan. Bahan bakar beroktan rendah bakal terbakar lebih sigap akibat tekanan kompresi piston, sebelum busi memercikkan api. Hasilnya adalah ketukan alias bunyi “ngelitik” pada ruang bakar.

Selanjutnya adalah penurunan performa mesin. Di mesin modern, sensor knock bakal mendeteksi jika terjadi knocking, dan memerintahkan ECU untuk memundurkan waktu pengapian. Hal ini membikin percepatan terasa berat dan tenaga mesin berkurang.

Penggunaan oktan bahan bakar nan tidak sesuai juga bakal membikin konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, Karena tenaga nan dihasilkan tidak optimal. Pengemudi condong menekan alias memutar gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan nan diinginkan. Pada akhirnya, konsumsi bahan bakar justru menjadi lebih boros.

Penumpukan kerak karbon lantaran pembakaran nan tidak sempurna akibat ketidaksesuaian oktan juga bisa terjadi. Akan muncul sisa karbon di kepala piston, katup, dan busi dan perihal ini dapat menurunkan efisiensi mesin. Potensi kerusakan komponen internal mesin juga bisa terjadi, jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang. Detonasi alias knocking nan konstan, dapat menyebabkan kerusakan parah pada komponen mesin, seperti piston berlubang, ring piston aus, hingga stang piston bengkok akibat tekanan kejut nan ekstrem.

Sebelum menurunkan RON bahan bakar, selalu cek spesifikasi rasio kompresi mesin kendaraan Anda di kitab manual. Mesin Kompresi Tinggi (di atas 9.5:1 alias 10:1): Sangat tidak disarankan menggunakan RON rendah. Risiko kerusakan mesin jauh lebih besar daripada penghematan biaya bahan bakar.

Baca Juga : Sesuaikan RON BBM Kendaraan Biar Optimal

Mesin Kompresi Rendah (di bawah 9:1): Umumnya kondusif menggunakan RON lebih rendah, meskipun performa tetap optimal pada oktan nan direkomendasikan pabrikan. Jika Anda terpaksa beranjak lantaran situasi darurat, lakukan secara berjenjang dan pastikan untuk tidak membebani mesin secara berlebih (hindari percepatan mendadak alias RPM tinggi). Segera kembali ke bahan bakar nan sesuai standar kompresi mesin untuk menjaga keawetan komponen kendaraan Anda.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube