BANGBARA.COM - PT PP (Persero) Tbk alias PTPP kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendorong transformasi dan peningkatan produktivitas industri bangunan melalui penerapan konsep Lean Construction. Perusahaan bangunan dan investasi nasional nan berada di bawah naungan Danantara Indonesia tersebut berperan-serta dalam The 34th Annual Conference of the International Group for Lean Construction alias IGLC34. Forum internasional ini diselenggarakan di National University of Singapore, Singapura, dengan melibatkan akademisi, peneliti, praktisi, dan pelaku industri bangunan dari beragam negara. Dalam kesempatan tersebut, PTPP memaparkan hasil studi mengenai penerapan metode Takt Planning and Control pada pembangunan Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro di Semarang. Kehadiran PTPP dalam forum tersebut menunjukkan bahwa praktik bangunan nan dikembangkan di Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi bahan pembelajaran dan referensi bagi organisasi bangunan global.
Takt Planning and Control merupakan salah satu metode dalam pendekatan Lean Construction nan mengatur penyelenggaraan pekerjaan berasas ritme produksi tertentu. Metode tersebut digunakan untuk menciptakan aliran pekerjaan nan lebih stabil, mengurangi pemborosan waktu, serta meningkatkan efektivitas penyelenggaraan proyek. Melalui metode penelitian tindakan alias action research, studi pada Proyek Twin Tower UNDIP membedakan peningkatan keahlian nan diperoleh dari proses perencanaan dengan perbaikan tambahan nan muncul selama tahap konstruksi. Penerapan takt planning terbukti bisa menyusun lama pekerjaan menjadi lebih singkat dan menciptakan alur kerja nan lebih teratur sejak proyek dimulai. Sementara itu, takt control digunakan untuk membandingkan sasaran dengan realisasi produksi, sehingga tim proyek dapat segera mengetahui andaikan terdapat keterlambatan alias penyimpangan pada setiap area pekerjaan.
Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa pengendalian produksi berbasis takt memberikan kesempatan bagi tim untuk terus melakukan pertimbangan dan pembelajaran selama proyek berlangsung. Setiap perbedaan antara rencana dan kondisi aktual dapat dianalisis secara lebih terperinci, kemudian ditindaklanjuti melalui langkah korektif nan sesuai dengan kebutuhan masing-masing area pekerjaan. Meskipun sempat terjadi penurunan keahlian pada tahap awal penerapan, kondisi tersebut dipandang sebagai bagian dari proses penyesuaian terhadap sistem produksi nan baru. Pengalaman nan diperoleh ketika mengerjakan tower pertama kemudian digunakan untuk memperbaiki strategi penyelenggaraan pada tower kedua. Proses pembelajaran tersebut menghasilkan koordinasi nan lebih baik, aliran pekerjaan nan semakin stabil, serta peningkatan produktivitas proyek secara keseluruhan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam IGLC34 membuktikan penemuan nan diterapkan PTPP tidak hanya memberikan faedah bagi penyelenggaraan proyek internal, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan industri bangunan internasional. Menurutnya, penerapan Takt Planning and Control pada Proyek Twin Tower UNDIP menunjukkan bahwa pengalaman lapangan dan praktik terbaik perusahaan bisa meningkatkan produktivitas serta memberikan nilai tambah bagi proyek. Melalui forum tersebut, PTPP juga memperluas jaringan kerjasama dengan kalangan akademisi dan praktisi dunia untuk mengembangkan sistem bangunan nan semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan. Ke depan, perusahaan bakal terus memperkuat penerapan Lean Construction, Building Information Modeling, sistem info terintegrasi, dan beragam teknologi bangunan lainnya sebagai bagian dari transformasi operasional dalam menghadirkan proyek berbobot bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·