Raksasa intermezo The Walt Disney Company mengambil langkah norma terhadap perusahaan teknologi ByteDance setelah beredarnya video AI viral nan menampilkan karakter dari franchise terkenal seperti Star Wars dan Marvel Cinematic Universe tanpa izin resmi. Kontroversi ini memicu perdebatan besar mengenai kewenangan cipta dan masa depan industri intermezo di era kepintaran buatan.
Video-video tersebut berasal dari Seedance 2.0, model AI generatif milik ByteDance nan bisa membikin segmen realistis menggunakan wajah tokoh terkenal dan karakter movie ikonik. Dalam beberapa hari sejak peluncurannya, media sosial dipenuhi konten seperti pertarungan imajiner antara Tom Cruise dan Brad Pitt, hingga skenario baru nan melibatkan tokoh seperti Darth Vader dan Spider-Man.
Menurut laporan Axios, Disney telah mengirim surat penghentian (cease-and-desist) kepada ByteDance, menuduh perusahaan tersebut melatih model AI menggunakan materi bajakan nan mengandung properti intelektual milik Disney. Perusahaan nan dijuluki “House of Mouse” itu menilai penggunaan karakter mereka secara masif tanpa lisensi sebagai pelanggaran serius terhadap norma kewenangan cipta.
Menariknya, Disney sendiri tengah mengembangkan teknologi AI bekerja sama dengan platform video generatif untuk memungkinkan fans membikin konten bertema Disney secara resmi dan legal. Hal ini menegaskan bahwa perusahaan bukan menolak AI sepenuhnya, tetapi mau memastikan penggunaan teknologi tersebut tetap berada dalam kerangka norma dan lisensi nan jelas.
Reaksi keras juga datang dari serikat tokoh SAG-AFTRA serta Motion Picture Association nan menilai Seedance 2.0 berpotensi merugikan pekerja kreatif. Mereka menyoroti penggunaan bunyi dan rupa tokoh tanpa persetujuan sebagai ancaman langsung terhadap mata pencaharian para seniman.
Kelompok pembelaan pembuat Human Artistry Campaign apalagi menyebut peluncuran teknologi tersebut sebagai “serangan terhadap semua pembuat di dunia,” lantaran dianggap mencuri karya manusia untuk menghasilkan konten buatan AI.
Kasus ini diperkirakan menjadi salah satu pertarungan norma terbesar antara Hollywood dan perusahaan AI. Banyak pengamat menilai gugatan Disney mungkin hanyalah awal, dan ByteDance berpotensi menghadapi tuntutan tambahan jika tidak segera mengambil langkah korektif. Konflik ini juga menjadi sinyal bahwa perang antara industri intermezo dan teknologi AI generatif baru saja dimulai.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·