– Bitcoin (BTC) mengalami tekanan besar setelah harganya merosot lebih dari 6 persen pada perdagangan di hari Rabu (3/6/2026). Penurunan ini pun memicu gelombang likuidasi senilai lebih dari US$ 1,25 miliar di pasar mata uang digital dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data dari TradingView, pasangan BTC/USD sempat jatuh hingga US$ 66.948 di bursa BitStamp. Ini merupakan level terendah sejak 5 April.

Penurunan ini menghapus sebagian besar kenaikan nan telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir dan memperkuat kekhawatiran bahwa pasar mata uang digital tetap berada dalam tren bearish jangka panjang.
Menariknya, pelemahan Bitcoin terjadi ketika pasar saham Amerika justru menunjukkan kekuatan. Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi baru, memperlihatkan divergensi nan semakin jelas antara aset mata uang digital dan aset akibat tradisional.
Analis mata uang digital Rekt Capital menilai penanammodal saat ini condong menghindari akibat dan mengalihkan biaya mereka ke aset nan dianggap lebih aman.
“Investor sedang berada dalam mode macro risk-off, beranjak ke stablecoin dan menjauh dari Bitcoin,” ungkap Rekt Capital.
Menurutnya, sasaran teknikal berikutnya berada di area 50-month exponential moving average (EMA) di sekitar US$ 66.250. Meski level tersebut berpotensi memicu pantulan sementara, dia memperingatkan bahwa Bitcoin tetap berisiko melanjutkan penurunan dalam fase bear market saat ini.
Baca Juga: Analis Belanda Bantah Narasi Bear Flag Bitcoin
Colin: Polanya Sama Seperti Bear Market Sebelumnya
Sementara itu, analis mata uang digital lain di platform X ialah Colin Talks Crypto menilai pergerakan Bitcoin saat ini sebenarnya tidak terlalu rumit jika dilihat dari perspektif siklus historis.
“Bitcoin hanya melanjutkan pola breakdown nan sebelumnya telah terbentuk setelah keluar dari struktur bear flag, pola teknikal nan umumnya mengindikasikan kelanjutan tren turun,” ujarnya.
Ia beranggapan banyak penanammodal mencoba mencari argumen bahwa “kali ini berbeda”, padahal menurutnya Bitcoin justru bergerak seperti nan biasa terjadi pada setiap fase bear market.
Colin apalagi membuka kemungkinan Bitcoin turun lebih dalam ke kisaran US$60.000 hingga US$50.000-an sebelum menemukan dasar nan lebih kuat.
$BTC – Pretty straightforward chart.
Many wanted to overcomplicate this with"this time is different", but bitcoin is just doing the same thing it always does in bear markets. It breaks down. And it definitely takes longer than 4 months (Oct->Feb $60k), despite the hopium to want… pic.twitter.com/AoEeUoswAA
Meski demikian, dia mengakui bahwa pandangan tersebut belum tentu menjadi skenario utama pasar. Namun, menurutnya kesempatan terbentuknya titik terendah baru pada tahun ini tetap lebih besar daripada nan diyakini sebagian investor.
“Saya pikir kemungkinan Bitcoin mencetak titik terendah nan lebih rendah (lower low) tahun ini tetap lebih besar daripada nan mau diakui oleh banyak orang,” pungkas Colin.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·