BANGBARA.COM - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada 20 Mei 2026 dengan kehadiran pemegang saham nan mewakili 89,53% alias sekitar 22,08 miliar saham dari total saham nan diterbitkan perusahaan. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis perusahaan, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan finansial tahun kitab 2025, penetapan remunerasi pengurus, penunjukan akuntan publik untuk tahun kitab 2026, hingga perubahan anggaran dasar dan susunan pengurus perseroan. Selain itu, pemegang saham juga memberikan kewenangan mengenai persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2026–2030 sebagai langkah untuk memperkuat arah pertumbuhan upaya Bank Raya di masa mendatang.
Pada kesempatan tersebut, pemegang saham menerima dan mengesahkan laporan finansial serta laporan pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun nan berhujung pada 31 Desember 2025. Perseroan juga memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas seluruh tindakan pengurusan dan pengawasan nan dilakukan sepanjang tahun kitab 2025, selama tindakan tersebut tercantum dalam laporan perusahaan dan tidak melanggar hukum. Laporan finansial Bank Raya sendiri telah diaudit oleh Purwantono, Sungkoro & Surja nan merupakan bagian dari jaringan Ernst & Young dengan hasil opini wajar dalam semua perihal nan material. Hal ini menunjukkan bahwa keahlian dan tata kelola perusahaan dinilai melangkah dengan baik dan sesuai standar nan berlaku.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan RUPST merupakan corak penerapan prinsip tata kelola perusahaan nan baik alias good corporate governance. Menurutnya, forum RUPST menjadi sarana krusial bagi pemegang saham dalam menyetujui dan mengevaluasi langkah strategis nan dijalankan manajemen perusahaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas support nan terus diberikan kepada Bank Raya sehingga perseroan dapat menjaga pertumbuhan upaya secara positif dan berkelanjutan. Dalam RUPST kali ini, pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Posisi Komisaris Utama dijabat oleh Muhamad Sidik Heruwibowo, sementara jejeran dewan tetap dipimpin oleh Ida Bagus Ketut Subagia sebagai Direktur Utama berbareng para kepala lainnya nan membidangi operasional, keuangan, bisnis, serta manajemen akibat dan kepatuhan.
Sebagai bagian dari BRI Group, Bank Raya terus memperkuat posisinya sebagai bank digital nan konsentrasi menghadirkan jasa finansial berbasis teknologi bagi masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi Raya App, pengguna dapat menikmati beragam fitur pengelolaan finansial digital seperti Saku Bujet, Saku Pintar, Saku Jaga, hingga Saku Bareng dan Saku Bisnis nan memudahkan pengaturan finansial pribadi maupun upaya dalam satu aplikasi. Selain jasa tabungan digital, Bank Raya juga mempunyai produk pinjaman digital melalui jasa Pinang nan menyediakan beragam solusi pembiayaan bagi karyawan, pelaku usaha, hingga Agen BRILink. Dengan disetujuinya seluruh agenda dalam RUPST 2026, Bank Raya optimistis bisa memperkuat esensial bisnis, memperluas penemuan jasa digital, serta meningkatkan kontribusi dalam mendukung percepatan inklusi finansial digital di Indonesia.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·