Film blockbuster Spider-Man: No Way Home rupanya nyaris saja menembus nomor pendapatan lebih dari 2 miliar dolar secara global. Namun satu aspek krusial membikin capaian itu urung terjadi: movie tersebut tidak pernah dirilis di China. Kini, argumen di kembali keputusan tersebut akhirnya diungkap oleh CEO Sony Pictures, Tom Rothman.
Dalam wawancara podcast, Rothman menjelaskan bahwa otoritas China sebenarnya bersedia memberikan izin edar, tetapi dengan satu syarat besar—studio kudu menghapus penampakan Patung Liberty dari movie tersebut. Permintaan itu menjadi masalah serius lantaran monumen ikonik tersebut merupakan letak utama klimaks cerita.
Rothman mengaku menolak permintaan tersebut lantaran tidak mau mengubah bagian krusial movie demi pasar tertentu. Ia juga menyinggung bahwa keputusan tersebut berangkaian dengan sensitivitas politik, sehingga studio memilih mempertahankan visi imajinatif daripada melakukan pemotongan signifikan.
Disutradarai oleh Jon Watts, movie ketiga Spider-Man jenis MCU ini menampilkan Tom Holland sebagai Peter Parker berbareng Zendaya, Jacob Batalon, dan Benedict Cumberbatch. Meski tanpa pasar China, movie ini tetap meraup sekitar 1,9 miliar dolar dan menjadi salah satu movie tersukses era pandemi.
Sementara itu, Rothman juga memberikan sedikit petunjuk mengenai movie berikutnya, Spider-Man: Brand New Day, nan dijadwalkan rilis pada 31 Juli 2026. Ia memastikan tidak ada segmen nan menampilkan Patung Liberty dalam movie tersebut—sebuah langkah nan kemungkinan diambil untuk menghindari hambatan pengedaran serupa di masa depan.
Film baru ini bakal kembali dibintangi Holland, Zendaya, dan Batalon, serta menghadirkan tambahan karakter dari bumi Marvel seperti Punisher dan Hulk. Para fans sekarang menantikan apakah petualangan Spider-Man berikutnya bisa melampaui kesuksesan fenomenal No Way Home di box office global.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·