7 Tips Meningkatkan Penjualan Bisnis F&B di Bulan Ramadan

Sedang Trending 9 bulan yang lalu

Bisnis makanan dan minuman alias biasa disebut F&B (food & beverage) adalah salah satu jenis upaya nan paling kompetitif di bulan Ramadan. Jumlah pengusaha upaya F&B di bulan Ramadan bertambah secara mendadak. Oleh lantaran itu, dibutuhkan strategi nan tepat untuk meningkatkan penjualan upaya makanan dan minuman selama bulan puasa.

Pola konsumsi nan berubah mengharuskan upaya F&B menyesuaikan operasionalnya. Dengan begitu, restoran Anda bisa menekan kerugian akibat bahan nan tak terpakai alias busuk akibat tidak diproses jadi makanan. Karyawan juga kudu siap menghadapi perubahan jam kerja nan bermaksud agar upaya F&B tetap mendapat peningkatan laba. Ada beberapa langkah untuk meningkatkan penjualan upaya F&B di bulan Ramadan, yaitu:

1. Sesuaikan Jam Operasional Bisnis F&B

Perubahan pola konsumsi di siang hari mempengaruhi pendapatan upaya F&B di bulan Ramadan. Pendapatan di siang hari turun drastis sehingga bisa mempengaruhi untung operasional. Namun, kekurangan ini bisa Anda tutup dengan menyesuaikan jam operasional agar bisa melayani pengguna nan sedang mencari makan dan minum untuk buka puasa dan sahur.

Meningkatkan penjualan upaya F&B di bulan Ramadan

Bagi beberapa gerai makanan, mengurangi operasional di siang hari membikin pendapatan menurun. Namun, Anda tetap bisa menyeimbangkannya dari penghematan biaya listrik, gas, dan tenaga kerja. Kemudian jika Anda menyesuaikan jam operasional, semua tenaga kerja Anda kudu siap untuk melayani banyak pengguna saat jam buka puasa, nan mana waktunya sangat pendek.

Strategi untuk meningkatkan pendapatan upaya F&B di bulan Ramadan adalah mengumpulkan semua staf dari beragam shift untuk melayani pengguna di waktu berbuka. Pastikan tenaga kerja Anda siap melakukan jasa pengiriman selama jam buka puasa alias balut makanan untuk dibawa pulang. Jam operasional bisa diperpanjang hingga sahur, hanya untuk melayani pesanan antar.

2. Gunakan HRIS untuk Atur Shift Karyawan

Sistem HRIS (Human Resource Information System) alias HRM (Human Resource Management) dapat bantu Anda mengatur agenda kerja tenaga kerja selama bulan Ramadan. Perubahan jam kerja lantaran adanya perubahan jam rehat dan operasional restoran tidak bakal jadi masalah selama pakai sistem ini. Anda bisa ubah jam operasional restoran tanpa kudu bayar biaya lebih untuk penghasilan karyawan.

Sistem HRIS sangat dibutuhkan untuk menghitung penghasilan tenaga kerja lebih mudah. Sebanyak apapun tenaga kerja Anda, bisa dikelola secara otomatis. Tidak ada lagi waktu terbuang untuk hitung penghasilan manual. Simpan lebih banyak waktu dan tenaga untuk susun rencana ekspansi usaha. Cek sistem HRIS terbaik di Bhinneka.

3. Promosi Satu Bulan Lebih Awal

Untuk meningkatkan pendapatan upaya F&B di bulan Ramadan adalah dengan mengkomunikasikan penawaran Anda satu bulan lebih awal. Restoran Anda kudu mengkomunikasikan rencana promosi dan perubahan jam operasional lebih dulu agar pengguna lebih siap. Selain itu, dari sisi operasional tim Anda kudu mempersiapkan stok untuk menjamin kelancaran bisnis.

Tips Bisnis Makanan Minuman di bulan puasa

Harga kebutuhan pokok biasanya naik saat bulan puasa. Oleh lantaran itu, membeli stok lebih awal dapat menghemat modal untuk shopping bahan masakan. Material promosi juga perlu dipersiapkan jauh-jauh hari agar tim Anda lebih konsentrasi melayani pengguna saat bulan Ramadan datang.

Selain menyiapkan promo untuk konsumen biasa, Anda bisa tawarkan promo unik untuk pengguna korporasi. Hubungi kontak-kontak upaya nan pernah memesan makanan di restoran Anda. Pastikan mereka memesan makanan dan minuman di restoran Anda saat menggelar aktivitas buka puasa bersama.

Kebanyakan orang suka mencari menu baru untuk berbuka di bulan Ramadan. Manfaatkan kesempatan ini untuk menawarkan menu makanan dan minuman spesial. Anda bisa tawarkan menu nan lebih tradisional alias hidangan fusion nan kreatif. Campurkan beragam rasa makanan dan minuman nan identik dengan Ramadan di Indonesia, seperti: kurma, blewah, timun suri, kolak pisang, coco pandan, nastar, dan lainnya.

Pastikan menu buka puasa nan Anda buat sesuai dengan tradisi masyarakat sekitar. Karena Indonesia mempunyai banyak suku, setiap wilayah pasti mempunyai menu jagoan favoritnya. Menambahkan menu unik wilayah alias fusion hidangan dengan rasa otentik wilayah dapat membantu meningkatkan penjualan upaya F&B di bulan Ramadan.

5. Takjil Gratis untuk Konsumen Dine-In

Karena meningkatnya pesanan, pelayanan konsumen nan dine-in alias makan di tempat kadang kudu menyantap waktu lebih lama. Anda bisa berikan takjil cuma-cuma sebagai kompensasi lamanya waktu pelayanan. Langkah ini bisa dilakukan untuk mempromosikan makanan alias minuman baru. Jika konsumen tertarik, mereka bisa pesan dalam porsi lebih banyak setelah buka puasa.

Promo takjil cuma-cuma bulan ramadan

Program takjil cuma-cuma adalah langkah nan baik untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan menawarkan bingkisan makanan dan minuman cuma-cuma ke pengguna dine-in, Anda dapat meningkatkan kesempatan untuk mereka datang lagi dan lagi. Melalui program ini, konsumen jadi tahu kemana mereka kudu berbuka puasa jika mau mendapat hidangan gratis.

6. Posting Foto nan Menggugah Selera di Media Sosial

Membuat postingan foto menu nan menggugah selera bakal sangat menarik minta konsumen nan sedang puasa. Konten visual jadi salah satu jenis postingan mendominasi oleh pemilik upaya F&B. Dibanding konten teks, konten gambar, infografis, dan video lebih menarik orang untuk membeli makanan dan minuman. Anda kudu gunakan format dan style kreasi nan sama di semua channel sosial media.

Untuk membikin postingan lebih menarik, Anda bisa terapkan metode zoom ke foto dan video. Tunjukan seberapa juicy makanan Anda, seberapa segar minuman Anda, dan seenak apa saat dimakan. Bagikan potongan nilai alias kupon unik untuk pembelian dalam jangka waktu tertentu. Buat kuis di sosial media agar semakin banyak orang membicarakan upaya Anda.

7. Undang KOL untuk Review Menu Andalan

KOL (influencer) adalah pihak nan bisa membantu upaya F&B Anda viral. Jenis pemasaran ini mengharuskan Anda bekerja sama dengan ahli review makanan dan minuman. Namun, untuk menjalankannya Anda kudu keluarkan biaya tertentu. Jika restoran Anda termasuk baru, Anda bisa undang mereka untuk buka puasa gratis. Jangan lupa berikan jasa unik agar mereka memberikan nilai positif.

Strategi upaya F&B di bulan puasa

Banyak upaya F&B di bulan Ramadan mendapatkan peningkatan penjualan. Namun, ada beberapa restoran nan tidak mendapatkan peningkatan sama sekali. Alasannya lantaran kalah saing dari pebisnis F&B dadakan nan muncul tiba-tiba saat bulan Ramadan. Oleh lantaran itu, untuk menjaga upaya F&B tetap eksis di tengah meningkatnya persaingan, Anda kudu berani tampil beda.

Tawarkan menu baru dan pelayanan nan lebih baik. Gunakan momen bulan Ramadan ini untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Harapannya agar setelah Ramadan usai, pengguna tersebut kembali lagi membeli makanan dan minuman jagoan Anda.

Selengkapnya
Sumber Info Tekno Bhinneka
Info Tekno Bhinneka