Lewat movie pendek ini Anda bakal berasosiasi dalam pergulatan jiwa Azka, tokoh utamanya, juga usahanya dalam mencari ‘jalan pulang’. Selama sekitar 18 menit, Anda bakal memahami rasanya menjadi seseorang nan emosi dan identitasnya terus-menerus ditolak selama tumbuh besar. Selain di Indonesia, movie ini juga dibuat di Jerman, Guys.
Disutradarai oleh Asarela Orchidia Dewi, Memori Dia bakal membuka mata Anda gimana seseorang belajar untuk menerima identitas dirinya nan sebenarnya, sebagai seorang trans. Memori Dia telah mendapatkan penghargaan di beragam festival, seperti Special Mentions di Luststreifen Film Festival dan Italy Premiere Special Mentions di Sardinia Queer Film Expo, serta Jury Award di Divine Queer Film Festival.
Baca juga: Jumpscare Bareng Alwi Assegaf di Jin Khanis The Series
Setelah ayahnya lenyap di lautan memakai busana berwarna hijau, Ajo (10 tahun) meyakini penyebabnya adalah badai. Namun, orang-orang sekitarnya lingkungannya percaya betul jika ayahnya lenyap lantaran sosok Nyi Roro Kidul. Sejak saat itu, Ajo mau membuktikan keyakinannya dengan bermain di pinggir pantai dengan memakai baju hijau. Lalu, Ajo menghilang! Ke mana Ajo? Apakah dia ditelan lautan juga? Tonton sih karya Yopi Mohammad Dzikri ini kalo penasaran.
Menurut sutradaranya, Andrew Bachtiar, movie bergenre thriller surealis ini punya estetika visual nan kuat dengan konsep “4 perkara kematian” berasas kepercayaan Kejawen. Hmm, menarik ya? Geblag mengisahkan Sari nan hidup dalam kesendirian setelah kehilangan orang tuanya secara tragis. Dihantui oleh ketakutan mendalam bakal kematian, Sari menemukan perjalanan spiritual nan mendalam. Film ini mendapatkan Best Editing dan Best Actress di Festival Film Purwakarta, juga jadi bagian dari Official Selection IFVA Awards dan Sewon Screening 2019, lho!
Nyeseknya atlet nan terpaksa berhujung ngejalanin passion-nya lantaran lagi di titik terendah diceritain di movie nan disutradarai oleh Jason Nathanael. Audrey, seorang mantan atlet speed skating nan prestasinya mengharumkan nama Indonesia di dunia, kudu meninggalkan profesinya lantaran aspek ekonomi dan mental health-nya setelah sang ayah meninggal. Sedih ya, Guys. On Top of The Ice mengeksplorasi perjuangan Audrey dalam menghadapi masa lalunya dan menemukan kembali cintanya pada olahraga speed skating.
Film karya Raditya Saputra ini menceritakan kehidupan Zahra, seorang mahasiswa tingkat akhir nan merasa tertekan oleh tugas akhir dan lingkungan akademisnya. Zahra mulai merasakan keanehan ketika dia terus-menerus mendengar bunyi nan memanggil namanya dari luar ruangan. Whoaaa, bunyi siapakah itu? Intimidasi bakal relate sama Anda nan lagi di dalam situasi penuh stres.
Siapa nan jika sedih pergi ke pantai untuk menghibur diri? Kamu sama seperti Reni, wanita berupaya mengusir sakit hatinya dengan suasana pantai. Kepedihan hatinya disebabkan suaminya berpoligami. Di pantai, dia berjumpa seorang misterius nan membawa Reni ke bumi misterius nan penuh dengan cerita budaya dan spiritual. Disutradarai oleh Sigit Pradityo, Kabut Senandung mengeksplorasi tema poliandri dan kepercayaan budaya.
Iko berupaya merebut kembalian dari adiknya Ila nan diminta Ibu membeli gula dan pasir. Kembalian nan rupanya bukan dalam corak uang, membikin gula pasir jatuh berceceran di satu-satunya akses jalan penuh dengan pasir reklamasi. Sarah Adilah, sutradaranya, mengatakan, jika movie ini adalah realitas kehidupan sosial-ekonomi di wilayah pesisir Sulawesi Tengah.
Koleksi movie pendek di bulan Agustus ini jadi bukti beragamnya cerita dan kualitas sinema Indonesia di Bioskop Online. Dari Memori Dia nan penuh makna sampai Gula dan Pasir nan menyentuh. Selamat menonton dan mendapatkan pengalaman berbeda dari para sineas berbakat ini ya, Guys!
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·