
cara sterilkan spons cuci piring | foto ilustrasi: Gemini AI
- Mencuci piring tanpa spons rasanya kurang lengkap. Alat satu ini memang jadi jagoan lantaran daya serapnya nan tinggi bisa mengangkat lemak dan kotoran membandel dari permukaan piring, gelas, hingga wajan. Tapi justru lantaran kegunaannya nan tinggi itulah, spons menjadi salah satu barang paling sigap kotor di dapur.
Mengapa Spons Cuci Piring Mudah Jadi Sarang Bakteri?
Setiap kali dipakai, spons menyerap sisa makanan, minyak, dan kotoran lainnya. Kondisi ini diperparah oleh tekstur spons nan porous dan selalu dalam keadaan lembap setelah digunakan. Kombinasi antara kelembapan, kehangatan, dan sumber makanan dari sisa cucian menjadikan spons sebagai tempat ideal bagi kuman dan jamur untuk berkembang biak.
Penelitian dari National Sanitation Foundation (NSF) apalagi menyebut bahwa spons dapur termasuk salah satu barang paling penuh kuman di seluruh rumah — lebih banyak dari dudukan toilet sekalipun. Ini bukan soal jorok alias tidaknya pengguna, melainkan memang karakter perangkat tersebut.
Secara umum, spons disarankan untuk diganti setiap 2 hingga 4 minggu sekali. Namun kenyataannya, tidak semua spons bisa memperkuat selama itu. Ketika digunakan untuk membersihkan peralatan masak nan sangat berminyak alias penuh noda gosong, spons bisa kehilangan higienitasnya jauh lebih sigap dari agenda tersebut.
Haruskah Langsung Dibuang Kalau Belum 2 Minggu?
Tentu sangat disayangkan jika spons nan baru dipakai beberapa hari kudu dibuang begitu saja. Terutama jika kondisi fisiknya — dari segi corak dan busa — tetap terlihat layak pakai.
Di sinilah sterilisasi berkedudukan penting. Alih-alih langsung membuang, spons bisa "dipulihkan" dengan langkah nan tepat sehingga lebih higienis dan kondusif digunakan kembali. Ini juga langkah nan lebih ramah lingkungan lantaran mengurangi sampah rumah tangga.
2 Bahan Dapur nan Ampuh Sterilkan Spons
Trik ini pertama kali dibagikan oleh pengguna TikTok @tri_suwarti03 dan dengan sigap menarik perhatian banyak orang lantaran kesederhanaannya. Bahan nan dibutuhkan hanya dua:
- Garam dapur
- Cuka masak
Kedua bahan ini bukan sekadar bumbu. Garam mempunyai sifat antimikroba nan bisa menghalang pertumbuhan bakteri, sementara cuka berkarakter masam dan efektif membunuh beragam jenis kuman serta menetralisir aroma tak sedap nan menempel pada spons.
Langkah-Langkah Sterilkan Spons Cuci Piring
Langkah 1: Beri Garam dan Cuka Langsung ke Spons
Taburkan sekitar 1 sendok makan garam ke permukaan spons. Ratakan, lampau remas-remas agar garam betul-betul meresap ke dalam pori-pori spons. Setelah itu, tuangkan 1 sendok makan cuka masak dan remas kembali hingga keluar busa.
Langkah 2: Rendam dalam Air Panas
Siapkan wadah nan cukup besar untuk menampung spons. Tambahkan garam dan cuka secukupnya ke dalam wadah, lampau tuangkan air panas. Masukkan spons ke dalam larutan ini dan pastikan seluruh bagian spons terendam. Diamkan selama 15 menit.
Mengapa air panas? Suhu tinggi membantu membuka pori-pori spons sehingga larutan garam dan cuka bisa masuk lebih dalam dan bekerja lebih efektif membunuh kuman nan berlindung di dalamnya.
Langkah 3: Bilas dan Keringkan dengan Benar
Setelah 15 menit, remas spons di dalam wadah rendaman, lampau tiriskan dan buang air jejak rendaman. Bilas spons di bawah air mengalir sembari terus diremas hingga tidak ada lagi sisa garam alias cuka.
Langkah terakhir nan sering dilewatkan: jemur alias angin-anginkan spons sebelum dipakai kembali. Spons nan disimpan dalam kondisi basah bakal kembali menjadi tempat berkembang biaknya kuman dalam hitungan jam.
Tips Tambahan agar Spons Lebih Awet dan Higienis
Selain sterilisasi berkala, ada beberapa kebiasaan mini nan bisa memperpanjang umur spons sekaligus menjaga kebersihannya:
- Bilas spons hingga bersih setiap selesai mencuci, lampau peras sampai tidak ada air nan tersisa.
- Simpan spons di tempat nan mempunyai sirkulasi udara, bukan di perspektif wastafel nan gelap dan lembap.
- Gunakan spons berbeda untuk peralatan berbeda — misalnya satu spons unik untuk piring dan gelas, satu lagi untuk peralatan masak berminyak.
- Cium aroma spons secara berkala: aroma masam alias apek nan tidak lenyap meski sudah dibilas adalah tanda jelas spons sudah waktunya diganti.
- Jangan gunakan spons nan sama untuk membersihkan area lain seperti kompor alias meja dapur, lantaran kontaminasi silang bisa mempercepat kerusakan spons sekaligus menyebarkan bakteri.
Kapan Spons Harus Benar-Benar Diganti?
Sterilisasi bukan solusi permanen. Ada kondisi di mana spons memang tidak bisa diselamatkan lagi, antara lain:
- Sudah rusak secara bentuk — robek, hancur, alias tidak bisa kembali ke corak semula
- Bau tidak sedap nan sangat menyengat dan tidak lenyap meski sudah direndam dan dibilas
- Warna berubah secara tidak normal (noda hitam alias kehijauan bisa menandakan pertumbuhan jamur)
- Sudah dipakai lebih dari sebulan meskipun rutin disterilkan
Pada kondisi-kondisi tersebut, mengganti dengan spons baru adalah pilihan terbaik demi kesehatan seluruh keluarga.
FAQ: Pertanyaan Seputar Sterilisasi Spons Cuci Piring
1. Seberapa sering spons perlu disterilkan?
Idealnya, sterilisasi dilakukan dua hingga tiga kali seminggu, terutama jika spons sering digunakan untuk mencuci peralatan masak berlemak. Sterilisasi rutin jauh lebih efektif daripada menunggu spons berbau terlebih dahulu.
2. Apakah cuka putih biasa bisa digunakan, alias kudu cuka masak khusus?
Cuka putih distilasi (yang biasa dijual di supermarket) bekerja sama efektifnya dengan cuka masak. nan terpenting adalah kandungan asamnya, bukan mereknya.
3. Bisakah spons direndam lebih dari 15 menit agar lebih steril?
Merendam lebih lama — misalnya 30 menit — tidak masalah dan apalagi bisa memberikan hasil nan lebih baik untuk spons nan sangat kotor. Namun perendaman terlalu lama secara rutin bisa mempercepat kerusakan material spons itu sendiri.
4. Apa pengganti lain selain garam dan cuka untuk menyeterilkan spons?
Beberapa pengganti nan umum digunakan adalah merendam spons dalam larutan air dan baking soda, memasukkan spons basah ke dalam microwave selama 1–2 menit dengan daya tinggi, alias merendamnya dalam campuran air dan hidrogen peroksida. Masing-masing metode punya kelebihan tersendiri.
5. Apakah spons nan sudah disterilkan kondusif untuk mencuci peralatan bayi alias anak-anak?
Sterilisasi nan dilakukan dengan betul dapat secara signifikan mengurangi jumlah kuman pada spons. Namun untuk keamanan ekstra pada peralatan makan bayi alias anak kecil, sangat disarankan menggunakan spons nan baru alias menyiapkan spons unik nan disterilkan lebih sering.
(brl/tin)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·